Anak Tukang Sol Sepatu Juara Olimpiade Matematika Internasional
Kusempatkan tadi
malam menonton acara tv kesayangan Kick Andy yang tayang tiap hari
jum’at malam di metro tv. Mungkin aku sudah kehilangan dua puluh menit
atau bahkan setengah jam dari jadwal tayang karena kesibukan dengan
facebook dan semacamnya (hehe). Seorang remaja terlihat duduk bangga
dengan potongan khas tentara dan seragam biru yang melengkapi
kesahajaannya. Pak Andy bertanya,
“prestasi apa saja yang pernah Anda peroleh di tingkat internasional?”
Saya bergeming dan langsung bisa menebak bahwa anak
tersebut adalah anak Taruna Nusantara, dan tebakan saya benar. Namun
saya belum sebegitu heran hingga ternganga-nganga karena memang sekolah
tersebut telah menjadi sekolahnya anak-anak olimpiade internasional.
“tahun 2009..,bla-bla…..saya mendapat perunggu,
perak, dan emas pada tahun 2009 untuk OSN di Jakarta…bla-bla…” dan
seterusnya dan seterusnya..
Bukan suatu keheranan bila remaja ber-IQ 163 ini
menjadi juara dimana-mana dalam bidang matematika baik itu tingkat
nasional dan internasional. IQ setingkat itu bisa dikatakan cerdas
bahkan jenius. Namun yang mengherankan sekaligus menjadi suatu cambuk bagi kita adalah ia sebagai anak dari kalangan yang sangat sederhana, seorang tukang sol sepatu. Subhanallah..lengkaplah sudah keheranan saya.
“lalu bagaimana orang tua Anda bisa menyekolahkan Anda di SMA Taruna Nusantara yang terkenal sangat mahal itu?” Tanya Pak Andy.
“itu juga berkat dari OSN Matematika 2009 lalu,
karena saya mendapat Emas, sebuah lembaga lalu mendaftarkan saya untuk
bersekolah di Taruna tanpa biaya..”
“tanpa biaya??” Tanya Pak Andy heran. Semua hadirin
yang ketika itu disorot beberapa wajahnya juga heran. Khas suasana
bergeming sekaligus takjub yang bisa kuperhatikan dari layar kaca.
“ya, sampai lulus..” jawabnya polos.
Tepuk tangan riuh bergema di studio metro-tv
tersebut. Terlihat sorot mata dari beberapa orang mengatakan kekaguman
yang luar biasa. Sebelumnya dihadirkan tayangan betapa ayahnya yang
hanya seorang tukang sol sepatu membiayai 2 anaknya, dengan kehidupan
yang mungkin bisa kita bayangkan mengingat keberadaan tukang sol sepatu
dimana-mana selalu sama. Sederhana. Profil ibunya yang tak disorot
menunjukkan kepada khalayak bahwa ibunya tidak bekerja, hanya ayah yang
bekerja dan satu adiknya yang juga bersekolah..
Subhanallah.,begitu indah rencana Allah dibalik
keserdahanaan dan kesahajaan seseorang. Mungkin bagi kita dengan mudah
mengatakan bahwa itu adalah sesuatu yang biasa karena sang anak
tersebut, yang disebut-sebut mempunyai IQ 163 itu bisa memenangkan
olimpiade matematika karena bersekolah di sekolah yang notabene adalah
sekolahnya para juara. Namun, jika Anda punya anggapan demikian,
hapuslah.,karena bukan IQ yang tinggi yang menjadi patokan, namun
ketekunan luar biasa dari sang juara inilah yang mendorongnya hingga
mampu berprestaasi di kancah dunia, menunjukkan bahwa dunia harus tahu,
anak tukang sol sepatu yang upahnya hanya 20-30 ribu perminggu bisa
berprestasi.
Saat diwawancarai oleh Pak Andy, ia mengatakan
bahwa ia telah mendapatkan medali pertamanya saat ia duduk di Sekolah
Dasar, mewakili Indonesia dalam sebuah olimpiade Matematika tingkat
internasional. Subhanallah.,dan tiap tahun ia mendapatkan medali dalam
bidang matematika terhitung sejak tahun 2008 baik itu di tingkat
nasional dan internasional. Itu berkat ketekunan yang luar biasa dan
kegigihan yang diatas rata-rata. Coba bayangkan,..sudah jenius, tekun
pula. Subhanallah..
Lalu Pak Andy bertanya dengan disaksikan oleh mata
penonton di studio yang tak henti-hentinya takjub melihat kepribadiannya
yang begitu bersahaja dan berwibawa.
“apakah kamu tidak malu, mempunyai orang tua yang pekerjaannya hanya tukang sol sepatu?”
“Tidak..” tegasnya dengan sedikit senyum. “saya tidak pernah malu, saya justru bangga..”
Riuh tepuk tangan kembali membahana..
#########
Betapa Allah Maha Adil, tak jarang kita menjumpai
kasus yang sama, seorang yang mempunyai keterbatasan mempunyai sebuah
kelebihan. Seorang yang cacat bisa berprestasi di dunia olahraga,
menjalani kehidupan yang serba normal dan cerita-cerita
yang lain yang biasa kita dengar tentang kesuksesan berawaldari
keterbatasan dan kegigihan, namun tidakkah kita tahu bahwa itu
sebenarnya sudah merupakan rumus Allah yang diperuntukkan untuk manusia,
baik itu beriman atau kafir. Allah telah menggariskan.,dibalik
pengorbanan, kesusahan dan kesempitan terdapat kuasa dan anugerah Allah
yang tak diduga-duga. Cerita di atas mungkin sedikit menginspirasi kita,
bahwa kemiskinan bukan alas an untuk menjadi
miskin selamanya dan susah selamanya. Di dunia yang tidak pernah
sempurna ini bukan kekayaan yang menjamin kebahagiaan dan kesuksesan.
Kelak semuanya akan berubah, yang gigih dan yang tahan terhadap cobaan
adalah yang menang.
Allah Maha Adil..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar